Showing posts with label Seputar Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Seputar Indonesia. Show all posts

Lapindo Berang Dinyatakan Salah di AAPG

Seputar Informasi - Lapindo Brantas Inc dinyatakan bersalah dalam voting yang telah Konferensi Asosiasi Geolog dan Perminyakan Amerika (AAPG) 2008 di Cape Town, Afrika Selatan, dalam kasus luapan lumpur di Sidoarjo, Jawa Timur. Namun, pihak Lapindo mengecam hasil voting itu.

"Masalah ilmiah harus diselesaikan secara ilmiah, tidak dengan voting," ujar VP Relation Yuniwati Teryana, di sela jumpa pers di Hotel Le Meredien, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (3/11/2008).

Seperti diketahui, dalam konfrensi tersebut dinyatakan bencana lumpur Lapindo merupakan kesalahan pengeboran sumur Banjar Panji 1, bukan akibat gempa bumi.

Yuniwati menyatakan voting tersebut tidak bisa dibenarkan. Bahkan, menurutnya, forum ilmiah yang mengambil keputusan dengan voting itu adalah tercela.

Walaupun luapan lumpur diklaim terjadi bukan karena Lapindo, kata dia, tetapi Lapindo tetap memberikan bantuan. "Bahkan hingga akhir September, kita telah memberikan dana sebesar Rp4,4 trilun untuk mengcover penanganan Lumpur," jelasnya.

Harga yang diberikan untuk mengganti tanah dan bangunan milik korban Lapindo, kata Yuniwati, lebih besar enam kali lipat daripada nilai jual objek pajak (NJOP).

Dikatakan dia, Lapindo saat ini tidak melakukan pengeboran lagi. Saat ini hasil produksi gas dari Sidoarjo selalu menurun, dan saat ini sebesar 10 juta kaki kubik per hari. Padahal sebelumnya, produksi gas bisa mencapai 60 juta kaki kubik per hari.

(www.okezone.com)

Rumah Obama di Jakarta dilirik banyak kalangan

Seputar Informasi - Ratusan ribu wisatawan setiap tahun berkunjung ke rumah presiden pertama Amerika Serikat (AS) George Washington di Mount Vernon dan rumah Thomas Jefferson di Monticello.

Pikiran itulah yang mungkin hinggap di kepala Bartele Santema, seorang pengusaha asal Belanda di Jakarta yang berharap dapat menyewa atau memiliki sebuah rumah yang pernah ditempati Obama saat tinggal di Indonesia. Pemilik jaringan bar di Jakarta itu ingin menjadikan bekas rumah Obama itu sebagai kafe museum dan akan dibuka untuk umum dengan nama Sweet Home Obama.

Santema mengaku saat ini sedang bernegosiasi dengan pemiliknya, Tata Aboe Bakar (78), seorang pensiunan angkatan laut asal Indonesia yang ayahnya menyewakan rumah tersebut untuk rumah keluarga Obama kala itu. Sayangnya, Aboe Bakar tidak berniat menjual atau pindah dari rumah bersejarah yang terletak di kawasan Jalan KH Ramli, Menteng Dalam, Jakarta Selatan itu.

Dia mengaku keluarganya telah lama tinggal di rumah yang sejuk dan berlokasi di salah satu kawasan paling elite di Jakarta itu. Apalagi, rumah itu telah dibangun sejak 1939 dan bernilai sejarah. "Ibu saya lahir di rumah ini, orang tua saya juga meninggal di sini," ujarnya. Keinginan berbagai kalangan untuk memiliki rumah tersebut tampaknya kian menjadi-jadi saat ini.

Apalagi, Obama diprediksi akan mencetak sejarah sebagai Presiden AS kulit hitam pertama pada pemilu 4 November mendatang. Namun derasnya tawaran menggiurkan tampaknya membuat Aboe Bakar harus berpikir ulang jika ada calon pembeli dengan harga tertinggi. Aboe Bakar mengaku akan mempertimbangkan menjualnya jika rumah itu ditawar hingga senilai USD3 juta.

Saking banyaknya penawar yang datang, ada salah satu makelar yang mengklaim pejabat Kedutaan Besar AS siap membayar lima kali lipat dari harga pasar jika Obama berhasil memenangi pemilu. Aboe Bakar pun mengaku serius mempertimbangkannya. Padahal, rumah seluas 1.200 meter persegi itu ditaksir senilai USD1 juta berdasarkan harga di kawasan itu, tidak termasuk faktor Obama.

Ketika dimintai konfirmasinya, Juru Bicara Kedutaan Besar AS Tristram Perry mengaku tidak ada proposal apa pun tentang pembelian rumah Obama. Sementara Santema mengaku menawarkan diri untuk menyewa rumah yang pernah ditinggali Obama senilai US$500 per bulan.

Dia berencana membuka kafe dengan produk andalan bernama "Obamablend coffee", sebuah kopi campuran dari Kenya dan Jawa. "Saya berharap suatu hari nanti, Obama akan datang ke sini dan saya akan bertemu dengannya," papar pendukung Senator Illinois yang diunggulkan menang pemilu itu.

Santema juga berencana menyajikan menu "stroopwafels", yaitu karamel yang biasa dibawa ke Indonesia selama penjajahan Belanda. "Kafe itu nanti akan menjual makanan ringan dan beberapa barang dagangan lain," ungkapnya. Dia mengatakan, semua rencananya itu belum pasti terlaksana karena semua tergantung keputusan Aboe Bakar.

Apalagi saat ini Aboe Bakar belum memutuskan menerima tawaran Santema. Keluarga Obama pindah ke Indonesia pada 1967 dan tinggal selama dua tahun di rumah dengan ayam dan bebek berkeliaran di halaman belakang serta dua bayi buaya di kolam ikan. Rumah itu ditinggali Obama saat berusia 8 hingga 10 tahun.

Aboe Bakar pun memiliki beberapa cerita unik ketika Obama masih kecil. "Oh ya, Obama pernah menangis selama dua hari karena anjingnya hilang," ungkap purnawirawan AL itu. Sementara menurut Syahrial, menantu Aboe Bakar yang tinggal bersama keluarga itu saat Obama masih kecil, mengaku menerima banyak kunjungan orang asing sejak Senator Illinois itu maju sebagai kandidat presiden.

"Saya bangga sekaligus dibuat lelah. Jika dia (Obama) menang, mungkin kita harus mengunci pintu," ungkapnya.

(www.okezone.com)

Harga Pertamax turun hingga Rp 1.050

Seputar Informasi - PT Pertamina (persero) kembali menurunkan harga jual BBM nonsubsidi. Penurunan harga cukup signifikan hingga Rp1.050 per liter.

Penurunan harga ini berlaku di seluruh SPBU Pertamina, sejak Sabtu (1/11/2008) Pukul 00.00 WIB. 

"Di Jakarta, Pertamax turun hingga 11,95 persen," seperti dikutip dalam keterangan tertulis Pertamina di Jakarta, Jumat (31/10/2008).

Perubahan harga jual Pertamax, Pertamax Plus, Pertamina DEX dan Bio Pertamax ini, akan ditinjau kembali sesuai perkembangan harga minyak internasional.

Berikut harga Pertamax, Pertamax Plus, Pertamina Dex & BioPertamax mulai 1 November 2008:


Jenis BBK/ Lokasi 

Harga Jual SPBU
1 November 2008
(Rp) 


Harga Jual SPBU
15 Oktober 2008
(Rp) 


I. PERTAMAX PLUS 

- Batam 

6.800 

7.700 

- UPms I 

7.450 

8.400 

- Medan bersaing 

7.350 



- UPMS III 

7.300 

8.300 

- UPms IV & V 

7.450 

8.500 

- UPms VI 

7.500 

8.400 

II. PERTAMAX 

- UPms I 

7.300 

8.200 

- Medan Bersaing 

7.200 



- UPms II 

7.300 

8.200 

- Bangka 

8.400 

9.300 

- UPms III 

7.000 

7.950 

- UPms IV & V 

7.100 

8.050 

- Bali 

7.150 

8.100 

- UPms VI 

7.200 

8.000 

- UPms VII 

7.300 

8.200 

-Palu 

8.300 

9.250 

III. PERTAMINA DEX 

- UPms III 

8.100 

9.100 

- UPms V 

8.100 

9.100 

IV. BIOPERTAMAX 

- UPms III 

7.000 

7.950 

- UPms V 

7.100 

8.050 

- Bali 

7.150 

8.100 


Dalam rangka upaya memenuhi kebutuhan konsumen akan produk Pertamina Dex, PT. Pertamina (Persero) melakukan penjualan Pertamina Dex dalam bentuk kemasan (10L dan 20L).

Harga Jual Pertamina Dex kemasan


UPMS III 

UPMS VI 

Kemasan + isi: 

1 November 2008 

15 Oktober 2008 

Kemasan + isi: 

1 November 2008 

15 Oktober 2008 

Kemasan 10 L 

99.400 

121.400 

Kemasan 10 L 

99.400 

121.400 

Kemasan 20 L 

197.400 

241.400 

Kemasan 20 L 

197.400 

241.400 

Isi/ refil:Isi/ refil:
Kemasan 10 L 

83.000 

105.000 

Kemasan 10 L 

84.000 

106.500 

Kemasan 20 L 

166.000 

210.000 

Kemasan 20 L 

168.000 

213.000 


Perubahan harga jual Pertamax, Pertamax Plus, Pertamina DEX dan Bio Pertamax ini akan ditinjau kembali sesuai perkembangan harga minyak internasional.

(www.okezone.com)

Dirjen Migas: BBM Turun Rp 500 - 800/liter


Seputar Informasi - Pemerintah memastikan akan menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium sekira Rp500-800 per liter. Namun, kepastian waktunya masih akan dibahas dalam rapat kabinet.

"BBM turun, cuma besarannya tergantung beban sekarang ini. Untuk jenis premium turun sekira Rp500-800. Yang berat itu harus cari uang subsidi yang sudah habis, bahkan sudah lewat," ujar Dirjen Migas Departemen ESDM Evita Legowo, usai pertemuan Indonesia-Jepang, di Hotel Intercontinental, Sudirman, Jakarta, Senin (3/11/2008).

Evita mengatakan, pada rapat kabinet ini nantinya akan dibahas mengenai dana subsidi itu. Selain itu, Evita menambahkan, diperlukan Rp3-5 triliun untuk menurunkan harga BBM hingga akhir tahun ini. Sementara untuk tahun 2009 dananya masih dipikirkan. 


(www.okezone.com)

POJOK SAHABAT